<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Kemenag Kota Banjar | Portal Media Online </title> 
				<description>kemenagbanjar.site merupakan media online yang mempublikasikan serta memberikan informasi secara profesional, cepat dan akurat.</description>
				<link>https://kemenagbanjar.site/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Siswi MI Banjar 2 Raih Juara 1 di Ajang Internasional Bersama Akademi Persib Putri</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/siswi-mi-banjar-2-raih-juara-1-di-ajang-internasional-bersama-akademi-persib-putri</link>
						                <description>Naffisa siswi Kelas 5 A dari sekolah MI Banjar 2 asal Kota Banjar, berhasil meraih prestasi gemilang bersama Akademi Persib Putri U-12 dalam ajang JSSL Singapore  Professional Academy 7s. Siswi berusia 10 tahun asal lingkungan jelat kota banjar  Kelurahan Pataruman Kota Banjar ini turut menjadi bagian penting skuad muda "Maung Geulis" yang sukses meraih Juara 1 Piala Silver. Senin, 06 April 2026.Pada laga ini final yang berlangsung sengit Akademi Persib Putri U-12 menaklukan tim tuan rumah Lion City Sailors Blue dengan skor meyakinkan 2-0. Naffisa tampil penuh semangat , menunjukan bakat besar ia asah sejak usia 6 tahun bersama Mojang Priangan FC. Ayah naffisa, Erik Himawan mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru atas pencapaian putrinya. "Kami tidak menyangka Naffisa bisa sejauh ini, sejak kecil dia memang tekun berlatih. Bahkan rela bangun pagi untuk latihan, prestasi ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tapi juga untuk Kota Banjar. ujar ErikKepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar H. Ahmad Fikri Firdaus menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Naffisa, siswi MI Banjar 2 yang berhasil mengharumkan nama daerah di ajang internasional.“Kami dari Kementerian Agama Kota Banjar mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Naffisa atas prestasi luar biasa yang diraih bersama Akademi Persib Putri U-12 di ajang JSSL Singapore. Ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional,” ujarnya FikriBeliau juga menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik madrasah untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.“Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa madrasah lainnya untuk terus berlatih, berusaha, dan tidak ragu bermimpi besar. Kementerian Agama akan terus mendukung pengembangan bakat dan minat siswa agar lahir generasi yang unggul dan berdaya saing,” tambahnya.Kontributor : Dwi.K</description>
					                </item><item>
						                <title>LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Jawa Barat, Siswa MAN Wakili Kota Banjar</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/lcc-4-pilar-mpr-ri-tingkat-provinsi-jawa-barat-siswa-man-wakili-kota-banjar</link>
						                <description>Parunglesang (KEMENAG) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Banjar kembali menorehkan kebanggaan dengan menjadi perwakilan Kota Banjar dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi yang diselenggarakan di Bandung yang berlangsung pada 10-12 April 2026 di Mercure Bandung City Centre. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Edhie Baskoro Yudhoyono, B. Com., M. Sc.Kepala MAN Kota Banjar, Juhana Arip, M.Pd.I menuturkan, Keikutsertaan MAN Kota Banjar dalam ajang bergengsi ini menjadi pencapaian tersendiri, karena merupakan satu-satunya madrasah yang berhasil lolos hingga tingkat provinsi. “Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa murid madrasah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” tutur Juhana.Selama mengikuti rangkaian kegiatan perlombaan, siswa MAN Kota Banjar menunjukkan antusiasme dan semangat yang luar biasa. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan, pembekalan materi 4 Pilar Kebangsaan, hingga pelaksanaan lomba cerdas cermat.Dengan persiapan, kerja sama tim, serta dukungan dari pihak madrasah, tim siswa MAN Kota Banjar telah berusaha maksimal memberikan yang terbaik, meskipun pada akhirnya mereka tidak memasuki babak final."Keikutsertaan dalam lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri murid terutama menanamkan semangat kebangsaan, memperluas wawasan tentang nilai-nilai 4 Pilar, serta memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi,"ujar Salsa Bella Kusna Anggraini, S.Pd., pembimbing sekaligus guru Pendidikan Pancasila MAN Kota Banjar.Lebih lanjut ia mengatakan bahwasanya partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran untuk memperdalam pemahaman murid terhadap nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.“Dengan pengalaman berharga ini, MAN Kota Banjar berharap dapat terus mendorong murid untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, semangat berprestasi, serta kepercayaan diri dalam mengikuti berbagai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi, terutama untuk terus mengharumkan nama madrasah dan daerah di berbagai bidang baik akademik maupun nonakademik.” Kata Salsa.Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas partisipasi siswa MAN Kota Banjar dalam ajang tersebut. “Keikutsertaan ini merupakan bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki kapasitas yang kuat dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Kami berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi seluruh madrasah di Kota Banjar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan generasi yang religius, nasionalis, serta berdaya saing,” ungkapnya.Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama Kota Banjar untuk terus mendukung berbagai program pengembangan potensi peserta didik. “Kementerian Agama akan senantiasa memberikan dukungan terhadap kegiatan yang mendorong penguatan karakter, moderasi beragama, serta wawasan kebangsaan sebagai fondasi penting dalam membangun generasi emas Indonesia,” pungkasnya.H. Ahmad Fikri FirdausKepala Kantor Kemenag Kota Banjar</description>
					                </item><item>
						                <title>MAN Kota Banjar Siapkan Ujian Madrasah Berkualitas Melalui Workshop Bimbingan Teknis</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/man-kota-banjar-siapkan-ujian-madrasah-berkualitas-melalui-workshop-bimbingan-teknis</link>
						                <description>Pataruman (KEMENAG) Dalam rangka menyiapkan pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026 yang berkualitas dan terstandar, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Banjar menyelenggarakan Workshop Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kisi-kisi dan Naskah Soal Ujian Madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (13/2) bertempat di Aula RM Saung Oemah.Workshop tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan tenaga pendidik di lingkungan MAN Kota Banjar. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE., MM. yang dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran.Dalam arahannya, Kepala Kankemenag menyampaikan bahwa Ujian Madrasah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian penting dari proses penjaminan mutu pendidikan. “Penyusunan kisi-kisi dan naskah soal harus memenuhi prinsip valid, reliabel, objektif, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” terang A. Fikri.Sementara itu Kepala MAN Kota Banjar, Ratwa, juga menegaskan bahwa kualitas soal ujian sangat menentukan mutu evaluasi hasil belajar peserta didik. “Melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun kisi-kisi berdasarkan capaian pembelajaran serta mampu merancang soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).” Ujar Ratwa.Dalam kegiatan Bimtek tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai teknik penyusunan kisi-kisi, kaidah penulisan soal yang baik dan benar dari aspek konstruksi, materi, serta bahasa, hingga praktik langsung penyusunan dan telaah naskah soal Ujian Madrasah. Sesi diskusi dan review bersama juga dilakukan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian soal sebelum digunakan.Diwaktu bersamaan, Dr. Ogi Lesamana, selaku Kepala Urusan Tata Usaha MAN Kota Banjar mengatakan, dengan terselenggaranya workshop ini, MAN Kota Banjar berharap pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026 dapat berjalan dengan lancar, profesional, dan menghasilkan evaluasi yang benar-benar mencerminkan capaian kompetensi peserta didik. “Kegiatan ini juga sekaligus menjadi wujud komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat budaya kerja yang kolaboratif serta berorientasi pada kualitas.” Kata Ogi. Kontributor : Aep S.</description>
					                </item><item>
						                <title>Jaga Kualitas Ujian, Kepala Kankemenag Tegaskan Lima Elemen Penting Evaluasi Madrasah</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/jaga-kualitas-ujian-kepala-kankemenag-tegaskan-lima-elemen-penting-evaluasi-madrasah</link>
						                <description>Pataruman (KEMENAG) Dalam upaya menjaga mutu pendidikan madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag), H. Ahmad Fikri Firdaus menegaskan pentingnya kualitas penyusunan kisi-kisi dan naskah soal ujian madrasah. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan workshop Bimtek Penyusunan Kisi-kisi dan Naskah Soal Ujian Madrasah yang diselenggaran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Banjar di Aula RM. Saung Oemah, Jum’at (13/2).Menurutnya, ujian madrasah bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen strategis untuk memastikan ketercapaian kompetensi peserta didik sesuai standar nasional dan karakter khas madrasah. Ia menjelaskan lima elemen penting dalam menjaga kualitas ujian madrasah.Lima elemen tersebut adalah pertama Evaluasi sebagai Cermin Mutu Pembelajaran. Kepala Kankemenag menekankan bahwa evaluasi bukan hanya alat untuk mengukur hasil belajar siswa, tetapi juga menjadi cermin kualitas proses pembelajaran yang telah berlangsung. Kisi-kisi dan naskah soal yang disusun secara sistematis mencerminkan kedalaman kurikulum, ketepatan indikator, serta integritas akademik guru.“Jika penyusunan dilakukan dengan serius dan terarah, maka hasil evaluasinya akan adil, objektif, dan bermakna. Ujian madrasah harus dipahami sebagai bagian penting dalam menjamin mutu pendidikan, bukan sekadar formalitas administrative, ,” ujar A. Fikri.Kedua, Profesionalisme Guru. Ia juga menyoroti peran strategis guru sebagai perancang pengalaman belajar, termasuk dalam merancang instrumen evaluasi. Penyusunan kisi-kisi dan soal, lanjutnya, membutuhkan ketelitian, objektivitas, serta pemahaman terhadap taksonomi pembelajaran.“Soal yang baik tidak hanya menguji kemampuan mengingat, tetapi juga mendorong analisis, sintesis, dan pemahaman kontekstual,” tegasnya. Ketiaga Integritas dan Akuntabilitas Madrasah. Menurut Kepala Kankemenag kredibilitas madrasah sangat ditentukan oleh integritas dalam pelaksanaan ujian. Proses penyusunan soal harus transparan, terukur, dan sesuai prosedur yang berlaku. Kisi-kisi menjadi pedoman penting agar soal tidak menyimpang dari kompetensi yang telah ditargetkan.“Naskah soal yang terstandar menunjukkan komitmen kita terhadap keadilan akademik,” katanya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa elemen yang keempat yaitu sinergi kurikulum dan evaluasi yang merupakan dua sisi yang tidak terpisahkan. Kurikulum memberikan arah pembelajaran, sementara evaluasi memastikan arah tersebut tercapai secara optimal.“Ujian madrasah bukan akhir dari proses, melainkan umpan balik konstruktif untuk peningkatan mutu pendidikan berikutnya,” jelasnya.Sementara eleman yang kelima adalah Membangun Budaya Mutu di Madarasah. Ia menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari pembangunan budaya mutu di madrasah. Budaya mutu tidak lahir dari satu kegiatan, melainkan dari konsistensi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.“Ketika guru terbiasa menyusun soal secara sistematis dan berbasis indikator yang jelas, standar akademik madrasah akan terjaga dengan baik. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret menjaga reputasi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.” Pungkas A. Fikri.Kegiatan workshop diikuti 40 orang peserta terdiri dari seluruh karyawan dan tenaga pendidik dilingkungan MAN Kota Banjar.Kontributor : Aep S.</description>
					                </item><item>
						                <title>Parade Pentas Seni Helaran Unggulan Meriahkan HUT Kota Banjar ke-23</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/parade-pentas-seni-helaran-unggulan-meriahkan-hut-kota-banjar-ke23</link>
						                <description>Kota Banjar (Humas) - Pemerintah Kota Banjar kembali menggelar Parade Pentas Seni Helaran Seni Unggulan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Banjar ke-23. Kegiatan yang berlangsung di Sport Center Langensari ini menampilkan beragam kreativitas seni lokal, mulai dari helaran budaya, pertunjukan musik tradisional, hingga atraksi seni modern yang melibatkan para pelajar, komunitas seni, dan masyarakat umum.Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, salah satunya H. Abror Mutaslim, S.Ag., Kepala KUA Kecamatan Langensari, yang hadir sebagai tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, H. Abror menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan seni sebagai bagian dari penguatan karakter masyarakat.“Helaran seni seperti ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya masyarakat Banjar. Tradisi dan kreativitas harus terus diwariskan kepada generasi muda, agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan relevan,” ujarnya.H. Abror juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan instansi lintas sektor, termasuk Kementerian Agama, dalam membangun masyarakat yang berakhlak serta berbudaya.“Kemenag tentu mendukung setiap kegiatan positif yang memupuk kebersamaan, toleransi, dan kecintaan terhadap budaya daerah. Momentum HUT Kota Banjar ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan spiritual masyarakat,” tambahnya.Sebagai tamu undangan, H. Abror mengungkapkan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat digelar secara berkelanjutan.“Semoga helaran seni unggulan ini terus menjadi ruang kreatif bagi masyarakat. Selain menghibur, kegiatan ini mempererat kerukunan dan memberikan energi positif bagi pembangunan Kota Banjar,” tuturnya.Parade seni berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejumlah penampilan dari berbagai kecamatan menunjukkan kekayaan budaya Kota Banjar yang semakin berkembang sebagai kota kreatif dan berdaya saing.Kontributor : Raditia</description>
					                </item><item>
						                <title>Penguatan Regulasi Kepenyuluhan: Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Bimbingan Masyarakat</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/penguatan-regulasi-kepenyuluhan-langkah-strategis-tingkatkan-mutu-bimbingan-masyarakat</link>
						                <description>Kota Banjar (Humas) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Penguatan Regulasi Kepenyuluhan yang berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai daerah, termasuk Ujang Saepurrohman, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Langensari, Kota Banjar.Acara yang diselenggarakan di Tasikmalaya ini bertujuan memperkuat pemahaman penyuluh agama terkait regulasi, standar kerja, serta peningkatan kualitas layanan penyuluhan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Jawa Barat menekankan pentingnya adaptasi penyuluh terhadap dinamika sosial serta perkembangan kebijakan pemerintah.Ujang Saepurrohman, S.Ag., sebagai peserta kegiatan, menyampaikan bahwa penguatan regulasi merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan penyuluhan di era digital. Menurutnya, penyuluh kini dituntut tidak hanya memahami substansi keagamaan, tetapi juga menguasai aspek teknologi dan strategi komunikasi publik.“Di lapangan, penyuluh harus mampu merespons perubahan masyarakat yang serba cepat. Pemahaman regulasi menjadi landasan, tetapi kemampuan melek teknologi adalah kunci agar layanan bimbingan tetap relevan,” ujar Ujang.Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi perlu direspons sebagai peluang, bukan hambatan. Penyuluh agama, lanjutnya, harus bertransformasi dari pola penyampaian konvensional menuju pendekatan digital yang lebih interaktif dan mudah diakses.“Sekarang masyarakat banyak belajar melalui gawai mereka. Jika penyuluh tidak hadir di ruang digital, maka kita akan tertinggal. Pelatihan seperti ini mendorong kami untuk semakin siap memasuki ranah penyuluhan berbasis teknologi,” tambahnya.Kegiatan Penguatan Regulasi Kepenyuluhan ini diharapkan mampu memperkokoh peran penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam pembinaan umat. Dengan meningkatnya kapasitas penyuluh, Kanwil Kemenag Jawa Barat optimistis kualitas bimbingan masyarakat akan semakin baik, adaptif, dan berdaya guna.Kontributor : Raditia </description>
					                </item><item>
						                <title>Kakankemenag Kota Banjar Tegaskan Dana BOS Bersifat Kolektif Kolegial</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/kakankemenag-kota-banjar-tegaskan-dana-bos-bersifat-kolektif-kolegial</link>
						                <description>Karangpucung (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE., MM. menegaskan bahwa pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di madrasah bersifat kolektif kolegial, sehingga kesalahan yang terjadi tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak saja. Hal tersebut ia sampaikan pada kegiatan Monev BOS Tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kota Banjar berlokasi di MIN 1 Kota Banjar, Senin (9/2).Menurutnya, pengelolaan Dana BOS melibatkan banyak unsur, mulai dari kepala madrasah, pengelola BOS, bendahara, hingga lembaga itu sendiri. Oleh karena itu, jika terjadi penyimpangan atau kesalahan administrasi, dampaknya bisa menyeret berbagai pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program.“Dana BOS itu tidak berdiri sendiri. Sistemnya kolektif kolegial. Artinya, jika ada kesalahan, tidak bisa serta-merta dikatakan itu kesalahan satu orang saja,” ujar A. Fikri saat memberikan pernyataan kepada awak media.Ia menambahkan, kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai penanggung jawab utama, namun dalam praktiknya pengelolaan dana melibatkan tim. Jika satu pihak lalai, maka pihak lain yang terkait tetap bisa terkena dampak, baik secara administratif maupun hukum.Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh madrasah di wilayah Kota Banjar agar lebih berhati-hati, transparan, dan akuntabel dalam mengelola Dana BOS. Dokumentasi yang lengkap, pelaporan sesuai aturan, serta koordinasi antar pengelola menjadi kunci untuk menghindari permasalahan di kemudian hari.“Kami terus mengingatkan agar semua pihak memahami aturan dan menjalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing. Jangan sampai karena kelalaian satu pihak, kepala madrasah, pengelola, bahkan lembaga ikut terseret,” tegasnya.Dihadapan 27 MI, A. Fikri pun menyampaikan bahwa Kementerian Agama akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar pengelolaan Dana BOS di madrasah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan.Kontributor : Aep S.</description>
					                </item><item>
						                <title>Kemenag Terima Kunjungan Wakil Wali Kota Banjar, Bahas Sinergi Pembangunan Bidang Agama dan Pendidikan</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/kemenag-terima-kunjungan-wakil-wali-kota-banjar-bahas-sinergi-pembangunan-bidang-agama-dan-pendidikan</link>
						                <description>Balokang (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banjar didampingi Kasubbag Tu beserta Kepala Seksi dan Penyelenggara menerima kunjungan Wakil Wali Kota Banjar dalam rangka membahas sinergi program pembangunan Kota Banjar di bidang agama dan pendidikan keagamaan, pada Hari Senin (26/01) di Ruang Kerja Kepala Kantor.Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi awal antara Pemerintah Kota Banjar dan Kementerian Agama untuk menyelaraskan kebijakan serta program strategis, khususnya yang berkaitan dengan penguatan kehidupan beragama, peningkatan kualitas pendidikan agama, serta pembinaan lembaga-lembaga keagamaan di Kota Banjar.Kepala Kankemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE., MM. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Wali Kota Banjar dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah.“Sinergitas antara Pemerintah Kota Banjar dan Kementerian Agama merupakan langkah awal yang sangat positif. Kami siap mendukung dan mengawal program-program pembangunan di bidang agama dan pendidikan agama agar selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujar A. Fikri.Ia juga menambahkan bahwa Kemenag memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan madrasah, pesantren, pendidikan keagamaan, serta pengarusutamaan moderasi beragama di tengah masyarakat.Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd. menegaskan bahwa pembangunan di bidang agama dan pendidikan agama merupakan bagian penting dari visi pembangunan Kota Banjar. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, toleran, dan berdaya saing.“Melalui pertemuan ini, diharapkan kedepannya akan lebih terjalin komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan antara Kemenag dan Pemerintah Kota Banjar demi mendukung tercapainya tujuan pembangunan daerah yang berimbang antara aspek fisik, sosial, dan spiritual.” Kata Supriana.Dalam pertemuan tersebut dibahas pula sejumlah isu penting, antara lain pengembangan pendidikan madrasah dan pesantren, penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas sumber daya pendidik keagamaan, serta dukungan terhadap program keagamaan yang berdampak langsung pada masyarakat.Kontributor : Aep S.</description>
					                </item><item>
						                <title>Ketua PHBI Kota Banjar Harapkan Tarhib Ramadhan Tahun Ini Lebih Spektakuler</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/ketua-phbi-kota-banjar-harapkan-tarhib-ramadhan-tahun-ini-lebih-spektakuler</link>
						                <description>Purwaharja (KEMENAG) Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE., MM (Kepala kankemenag Kota Banjar) berharap pelaksanaan kegiatan Tarhib Ramadhan tahun ini dapat berlangsung lebih meriah dan spektakuler dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harapan tersebut disampaikan pada acara Rapat PHBI Kota Banjar yang dilaksanakan di Aula Gunung Babakan Setda Kota Banjar, Selasa (10/2)Menurut Ketua PHBI Kota Banjar, Tarhib Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum syiar Islam sekaligus sarana mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap antusiasme peserta terus meningkat, baik dari segi jumlah peserta maupun kendaraan yang terlibat dalam pawai.“Setiap tahun Tarhib Ramadhan selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tahun ini kami berharap jumlah peserta dan kendaraan yang ikut pawai bisa lebih banyak, sehingga semarak menyambut datangnya bulan suci Ramadhan benar-benar terasa,” ujar A. Fikri.Selain peningkatan jumlah peserta, PHBI Kota Banjar juga mendorong agar rute pawai dapat diperluas dan ditata lebih baik. Dengan rute yang lebih panjang dan strategis, diharapkan pesan kebersamaan dan semangat menyambut Ramadhan dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kota Banjar.“Kami juga meminta kepada tim keamanan baik dari Polres, dishub dan Satpol PP agar selalu berkoordinasi terkait dengan pengamanan para peserta pawai,” harap A. Fikri.Ia juga menambahkan, bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta elemen masyarakat lainnya guna memastikan pelaksanaan pawai berjalan tertib, aman, dan lancar.“Yang terpenting, kegiatan ini tetap mengedepankan nilai-nilai religius, ketertiban, dan keselamatan. Semoga Tarhib Ramadhan tahun 2026 ini bisa menjadi yang paling berkesan bagi masyarakat Kota Banjar,” pungkasnya.Kontributor : Aep S.</description>
					                </item><item>
						                <title>Penyuluh Sambut Bulan Suci, GDI Langensari Gelar Pengajian dan Tahlil Akbar</title>
						                <link>https://kemenagbanjar.net/berita/detail/penyuluh-sambut-bulan-suci-gdi-langensari-gelar-pengajian-dan-tahlil-akbar</link>
						                <description>Kota
Banjar (Humas) - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Gedung Dakwah Islam
(GDI) Kecamatan Langensari menjadi pusat kegiatan spiritual melalui pelaksanaan
Pengajian dan Tahlil Akbar yang digelar pada Senin pagi (9/2). Kegiatan ini
diikuti oleh para Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Langensari
sebagai peserta pengajian. Acara
berlangsung khidmat dengan menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan
Langensari, K.H. Emon Zaki Mubarok, sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, beliau
menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin dalam menyambut Ramadan, serta
peran penyuluh agama dalam membina masyarakat. “Ramadan
bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi momentum perubahan diri dan penguatan
kepedulian sosial. Penyuluh agama memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi
teladan dalam membangun akhlak umat,” ujar K.H. Emon Zaki Mubarok dalam
ceramahnya. Kegiatan
ini juga diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar
spiritual memohon keberkahan dan keselamatan menjelang bulan suci. Salah
satu peserta, Mustopa Habib, yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Langensari,
menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penguatan ruhiyah sekaligus
konsolidasi peran penyuluh. “Pengajian
ini sangat penting bagi kami para penyuluh. Selain menambah ilmu, ini menjadi
pengingat agar kami mempersiapkan diri lebih baik dalam mendampingi masyarakat
menghadapi Ramadan, baik dari sisi ibadah maupun pembinaan moral,” ungkap
Mustopa Habib. Ia
juga menambahkan bahwa semangat kebersamaan antarpenyuluh menjadi kekuatan
tersendiri dalam menjalankan tugas pembinaan umat di wilayah Langensari. Pengajian
dan Tahlil Akbar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang
diinisiasi oleh unsur penyuluh dan tokoh agama setempat sebagai bentuk sinergi
dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. 































Kontributor
: Raditia </description>
					                </item></channel>
  	</rss>