- Membentuk Inovator Muda dari Madrasah: Jejak Prestasi Ekstrakurikuler Robotik MTsN 1 Kota Banjar di Panggung Nasional
- Pembagian Rapor MTs Negeri 1 Kota Banjar: Sinergi Prestasi dan Transformasi Pendidikan di Era Digital
- MTsN 2 Kota Banjar Apresiasi Kerja Keras Siswa, Gelar Pemberian Penghargaan bagi Juara Paralel Kelas VII dan VIII
- Pengambilan Rapor: Menguatkan Langkah Menuju Masa Depan yang Cerah
- MTsN 1 Kota Banjar Lepas 257 Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026
- Pelepasan Siswa-Siswi Kelas IX MTs Negeri 3 Banjar Tahun 2025/2026 jadi Bukti Sukses
- Bukan Akhir Perjalanan, Ini Awal Langkah Besar: Pesan Peny. Zakat Wakaf untuk Siswa Darul Ulum
- Perpisahan Haru di MIN 3 Kota Banjar, Siswa Kelas 6 Bertakziah ke Makam Teman: Andai Kau Masih Ada, Kawan
- 10 Besar Paralel Terima Penghargaan, Kepala Madrasah Tekankan Prestasi dan Akhlak Mulia
- MAN Kota Banjar Kirim 28 Siswa Ikuti OSN Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026
Bukan Sekadar Mengajar, tapi Menjadi Pelita: Kisah Seorang Guru Kristen yang Hati dan Dedikasinya Bersinar di MTsN 2 Kota Banjar
.jpeg)
Langensari (KEMENAG) Di tengah gemuruh isu intoleransi di beberapa tempat, MTsN 2 Kota Banjar justru menghadirkan cerita sebaliknya. Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang guru beragama Kristen yang dengan tulus mengabdikan dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai guru TIK di madrasah yang notabene berada di lingkungan Kementerian Agama.
Siapa sangka, harmoni justru tumbuh subur di tempat yang mungkin dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Bagi Titin BR Sagala, kelahiran Bahtera Makmur, Riau, madrasah bukanlah medan perbedaan, melainkan ladang kebersamaan. Sejak awal bertugas, ia tak pernah merasakan jarak. Kepala madrasah, rekan sejawat, tenaga kependidikan, hingga siswa-siswinya menyambutnya seperti keluarga sendiri.
“Yang saya rasakan bukan perbedaan, tetapi kebersamaan. Di sini kami dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu mendidik dan membimbing siswa menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan menghargai sesama,” ujarnya dengan mata berbinar.
Baca Lainnya :
- Siswa MTsN 2 Banjar Lolos Seleksi dan Dikukuhkan sebagai Peserta Jambore Nasional XII Tahun 20260
- Sapa Juara PORSENI, Kepala MTsN 2 Banjar: Kalian Adalah Investasi Masa Depan yang Tak Ternilai0
- Peduli Lingkungan, Siswa MTsN 1 Kota Banjar Bagikan Bibit Lengkeng Hasil Semai Limbah MBG kepada Warga0
- Siswa MTsN 1 Kota Banjar Tanam Bibit Lengkeng Hasil Semai Limbah MBG di Bantaran Sungai Citanduy0
- MTsN 1 Kota Banjar Raih Juara Umum Porseni MTs Se-Kota Banjar 20260
Budaya saling menghormati dan menjunjung tinggi moderasi beragama telah menjadi oksigen bagi madrasah ini. Suasana kerja yang hangat dan penuh kekeluargaan tercipta setiap hari. Apalagi, MTsN 2 Kota Banjar dikenal dengan program unggulan 3S (Senyum, Salam, Sapa) yang semakin merekatkan hati, tanpa memandang latar belakang agama atau budaya.
Kepala MTsN 2 Banjar, Hj. Dida Hasanah, M.Pd., dengan tegas menyatakan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan penghalang.
“Madrasah adalah rumah bersama. Siapa pun yang mengabdikan diri untuk pendidikan dan memiliki komitmen membangun generasi bangsa, akan mendapatkan tempat yang sama untuk berkarya dan berprestasi. Profesionalisme, integritas, dan dedikasi adalah ukuran utamanya,” ungkap Dida penuh semangat.
Lebih dari itu, kehadiran guru Kristen di lingkungan madrasah menjadi laboratorium nyata bagi para siswa untuk belajar toleransi. “Melalui interaksi sehari-hari, siswa belajar bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bekerja sama dan saling mendukung. Mereka melihat langsung, bahwa perbedaan itu indah,” tambah Dida.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama tidak hanya sekadar teori. Ia hidup, tumbuh, dan bersemi di ruang-ruang kelas MTsN 2 Kota Banjar. Madrasah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter tentang bagaimana hidup berdampingan dalam keberagaman.
Dari Langensari, pesan persaudaraan terus ditebarkan. Bahwa pendidikan yang berkualitas lahir dari ketulusan dan semangat melayani. Bahwa menjadi pelita di tengah keberagaman adalah tindakan nyata, bukan sekadar mimpi.
Kontributor: Rohmat/Aep


.png)





.png)
.png)


.png)