- Koordinasi Pembentukan KKMA, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Madrasah Aliyah di Kota Banjar
- MTsN 1 Kota Banjar Manfaatkan Limbah MBG untuk Penyemaian Benih Lengkeng sebagai Implementasi Penguatan Ekoteologi
- Sambut 1 Muharam 1448 H, PHBI Kota Banjar Perkuat Koordinasi Pelaksanaan Pawai Tarhib
- MAN Kota Banjar Siap Sukseskan Porseni Madrasah 2026 melalui Kerja Bakti dan Penataan Lingkungan
- Lepas Atlet PORSENI 2026, Kepala MAN Kota Banjar Tekankan Sportivitas dan Semangat Berprestasi
- Kepala MIN 2 Kota Banjar: Lulusan Madrasah Harus Terus Berprestasi dan Berakhlak Mulia
- Kepala MTsN 2 Kota Banjar Ajak Siswa Maksimalkan Smart Library untuk Tingkatkan Literasi Digital
- Integrasikan Digitalisasi dan Karakter Islami, MTsN 1 Kota Banjar Gelar Tes PMBM Kelas Reguler
- Satu Barisan, Satu Semangat; Peserta PORSENI Madrasah Kota Banjar 2026 Siap Berlaga
- Kasubbag TU Kemenag Beri Pembinaan Apel Senin, Tekankan Disiplin dan Integritas ASN
Hardiknas 2026: Kakankemenag Banjar Ajak Pegawai Sukseskan Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermutu

Balokang (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, mengajak seluruh pegawai Kemenag untuk mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam sebagai program prioritas menuju pendidikan bermutu. Ajakan itu disampaikan A Fikri saat bertindak sebagai pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Halaman Kankemenag Kota Banjar, Sabtu (2/5). Upacara diikuti pejabat struktural, pengawas, kepala madrasah, guru, penyuluh, penghulu, dan seluruh ASN Kemenag Kota Banjar.
Dalam amanatnya, A Fikri menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Ada adagium populer: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar untuk mencapai cita ideal itu,” ujar A Fikri.
Ia memaparkan lima kebijakan strategis Pembelajaran Mendalam yang telah ditetapkan; Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. “Revitalisasi dan digitalisasi agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai. Pada 2025, program ini telah menyasar 16.167 satuan pendidikan, dan papan interaktif digital didistribusikan ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Seluruh ASN Kemenag Banjar Ikuti Upacara Hardiknas Berbalut Seragam Adat0
- 40 Lembaga TKQ/TPQ/TQA se-Kota Banjar Ikuti Pembinaan Kakankemenag di TPQ Darul Ulum0
- Langkah Pasti Menuju Nasional: MTsN 1 Kota Banjar Siap Bersinar di OSN 20260
- Kakankemenag Banjar: Gema Tahfidz RA Fondasi Cetak Generasi Rabbani0
- 160 Siswa dari 26 RA Ikuti Gema Tahfidz An-Naba, IGRA Banjar Tanamkan Cinta Quran Sejak Dini0
Kedua, pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. “Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru. Pemerintah memberikan beasiswa 3 juta rupiah tiap semester untuk guru belum S1 melalui program RPL. Tahun 2025 dialokasikan untuk 12.500 guru dan 2026 untuk 150.000 guru. Guru juga dapat pelatihan Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan AI, Kepemimpinan Sekolah, serta Bahasa Inggris,” kata A Fikri.
Ketiga, penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. “Sesuai arahan Presiden Prabowo tentang budaya ASRI: Aman, Sehat, Risiko, dan Indah, kita bangun sekolah sebagai rumah kedua. Bebas perundungan dan kekerasan,” tegasnya.
Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian Pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). “TKA menjadi alat evaluasi dan intervensi mutu, sekaligus aspek penilaian untuk lanjut studi. Lomba olahraga dan seni juga digelar untuk kembangkan bakat dan jiwa kesatria,” ungkap A Fikri.
Kelima, memberikan kesempatan pendidikan yang luas dengan layanan mudah, murah, dan fleksibel. “Mereka yang terkendala ekonomi, domisili, budaya, keamanan, dan fisik, dibukakan akses lewat sekolah satu atap, PJJ, komunitas belajar, sekolah terbuka, serta penguatan sekolah inklusi dan SLB,” paparnya.
A Fikri juga menyebut, dalam 18 bulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu untuk semua dengan mengintegrasikan empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. “Kebijakan ini tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa itu, semua hanya berhenti sebagai formalitas,” pungkasnya.
Kontributor : Aep S.


.png)




.png)
.png)

.png)
