- Membentuk Inovator Muda dari Madrasah: Jejak Prestasi Ekstrakurikuler Robotik MTsN 1 Kota Banjar di Panggung Nasional
- Pembagian Rapor MTs Negeri 1 Kota Banjar: Sinergi Prestasi dan Transformasi Pendidikan di Era Digital
- MTsN 2 Kota Banjar Apresiasi Kerja Keras Siswa, Gelar Pemberian Penghargaan bagi Juara Paralel Kelas VII dan VIII
- Pengambilan Rapor: Menguatkan Langkah Menuju Masa Depan yang Cerah
- MTsN 1 Kota Banjar Lepas 257 Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026
- Pelepasan Siswa-Siswi Kelas IX MTs Negeri 3 Banjar Tahun 2025/2026 jadi Bukti Sukses
- Bukan Akhir Perjalanan, Ini Awal Langkah Besar: Pesan Peny. Zakat Wakaf untuk Siswa Darul Ulum
- Perpisahan Haru di MIN 3 Kota Banjar, Siswa Kelas 6 Bertakziah ke Makam Teman: Andai Kau Masih Ada, Kawan
- 10 Besar Paralel Terima Penghargaan, Kepala Madrasah Tekankan Prestasi dan Akhlak Mulia
- MAN Kota Banjar Kirim 28 Siswa Ikuti OSN Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026
IPARI dan Dinas Lingkungan Hidup Teken MoU Pelestarian Lingkungan Berbasis Nilai Keagamaan

Pataruman (KEMENAG) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelestarian lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keagamaan, Kamis (18/6).
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara penyuluh agama dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
Ketua IPARI, Drs. H. Dadan SR, menyampaikan bahwa ajaran agama mengandung nilai-nilai yang mendorong umat untuk menjaga dan melestarikan alam sebagai amanah dari Allah SWT.
Baca Lainnya :
- Kemenag Kota Banjar Lepas Purna Bakti H. Towilatun, S.Ag. Usai 33 Tahun Mengabdi0
- Kemenag Kota Banjar Semarakan Pawai Kendaraan Dalam Rangka Memperingati 1 Muharam 1448 H.0
- KUA Langensari Bersih-Bersih, Wujudkan Pelayanan Nyaman untuk Umat0
- Buka PORSENI, Kakankemenag Banjar Tekankan Sportivitas & Akhlakul Karimah untuk Siswa Madrasah0
- KUA Langensari Gerakkan Jumatan Menanam, Ekoteologi Asta Protas Hidup di Tengah Umat0
"Lingkungan hidup bukan hanya persoalan duniawi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab keagamaan. Menjaga kelestarian alam merupakan wujud syukur dan bentuk pelaksanaan amanah yang diberikan kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. H. Asep Tatang Iskandar, M.Si. menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap isu-isu lingkungan.
"Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat edukasi lingkungan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih menyentuh aspek nilai dan moral, sehingga kepedulian terhadap lingkungan tumbuh dari kesadaran bersama," katanya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak bersepakat melaksanakan berbagai program, di antaranya penyuluhan lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan, gerakan penghijauan di lingkungan rumah ibadah, kampanye pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta peningkatan kapasitas penyuluh agama terkait isu-isu pelestarian lingkungan.
Dalam perspektif keagamaan, menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari implementasi konsep khalifah fil ardh, yaitu peran manusia sebagai pemelihara dan penjaga keseimbangan alam. Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan tidak hanya didorong oleh regulasi, tetapi juga kesadaran spiritual yang berlandaskan ajaran agama.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan serta memperkuat peran penyuluh agama dalam mendukung program pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan peneguhan komitmen bersama untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai gerakan moral dan spiritual demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.
Kontributor : Jihad/Aep


.png)





.png)
.png)


.png)