- Siswi MIN 1 Kota Banjar Raih Juara 1 Uswah Competition 2026 Cabang Panahan
- PMR MTsN 1 Kota Banjar Menorehkan Banyak Prestasi di Youth Humanitarian Camp 2026
- MIN 2 Kota Banjar Borong Gelar Juara Lomba Rukibra Tingkat Kota Banjar, Raih Juara 1 Utama hingga Regu Favorit
- Tegaskan Identitas, Kakankemenag Kota Banjar: Pendidikan RA Harus Jadi Pembeda dengan Lembaga Lain
- Satukan Langkah, IGRA Kota Banjar Gelar Rakerda I di Toserba Pajajaran
- MAN Kota Banjar Tembus Tiga Besar Finalis Lomba Bisnis Plan EXTRANAS 2026
- Senin Penuh Kemenangan: MTsN 2 Kota Banjar Gelar Apresiasi Ganda, Juara HRSB dan Pramuka Garuda
- Math, Science, and Social! Tiga Serangkai MTsN 2 Kota Banjar Siap Ukir Sejarah di OMI 2026
- Prestasi Gemilang! Empat Siswa MIN 3 Kota Banjar Raih Juara 1 Pencak Silat Kota Banjar Challenge II
- MAN Kota Banjar Gelar Pelepasan dan Doa Bersama Peserta OMI 2026
KakanKemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Ekosistem Solusi Pendidikan, Adaptif dan Terdepan

Cirebon (KEMENAG) Ratusan pengasuh pondok pesantren dari wilayah Banjar, Ciamis, Cimahi, Tasikmalaya, Bandung, Garut, Cianjur, dan Sukabumi berkumpul di Joglo Agung Pesantren Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Sabtu (30/5). Mereka mengikuti Workshop Pengasuh Pesantren yang dibuka resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman.
Dalam sambutan pembukaannya, Kakanwil Kemenag Jabar mengapresiasi inisiatif workshop ini. Ia menyebut pengasuh adalah nahkoda utama pesantren.
"Kualitas pesantren ke depan sangat bergantung pada visi dan gerak para kyai," ujarnya
Baca Lainnya :
- Kasubbag TU Kemenag Banjar: Santri Al-Kautsar Harus Jadi Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Siap Mengabdi0
- Kakankemenag Banjar Dorong Lahirnya Generasi Qurani di Sidang Tahfidz SMP IT Insantama0
- Kakankemenag Kota Banjar Sampaikan Pesan Idul Adha di Desa Mekarharja, Dihadiri Gubernur Jabar0
- Teken Komitmen Bersama: Jadikan Pesantren Rumah Ramah Anak dan Anti Kekerasan0
- Kepala Kemenag Banjar: KUA Baru Kecamatan Banjar Jadi Pusat Transformasi Layanan Keagamaan Berbasis Asta Protas0
Ia juga menyebut bahwa penguatan pesantren harus dimulai dari dalam: manajemen modern, penguatan karakter santri, dan kolaborasi lintas sektor.
"Dengan semangat transformasi ini, diharapkan pesantren di Jawa Barat mampu menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi emas 2045: berilmu, berakhlak, mandiri, dan membawa manfaat luas bagi bangsa dan negara," Tegasnya.
Sementara itu, H. Ahmad Fikri Firdaus, Kepala Kankemenag Kota Banjar hadir dan menyampaikan pesan strategis terkait arah penguatan pesantren ke depan.
Dalam pemaparannya, H. Ahmad Fikri Firdaus menekankan 5 poin penting bagi pengasuh pesantren agar lembaga pendidikan Islam ini tetap relevan dan berdaya saing. Menurutnya kelima point tersebut adalah, Pemberdayaan Pesantren, Membangun Ekosistem Pesantren, Transformasi Pendidikan di Pesantren, Adaptif dengan Kondisi Hari Ini, Pesantren Menjadi Solusi dan Terdepan.
“Hari ini pesantren bukan lagi pilihan kedua. Pesantren adalah solusi pendidikan yang menjawab krisis karakter dan moral. Kita harus memastikan pesantren menjadi yang terdepan dalam mencetak generasi Qur’ani, moderat, berdaya saing global, dan cinta tanah air.” Kata A. Fikri
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)


.png)
.png)