- Koordinasi Pembentukan KKMA, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Madrasah Aliyah di Kota Banjar
- MTsN 1 Kota Banjar Manfaatkan Limbah MBG untuk Penyemaian Benih Lengkeng sebagai Implementasi Penguatan Ekoteologi
- Sambut 1 Muharam 1448 H, PHBI Kota Banjar Perkuat Koordinasi Pelaksanaan Pawai Tarhib
- MAN Kota Banjar Siap Sukseskan Porseni Madrasah 2026 melalui Kerja Bakti dan Penataan Lingkungan
- Lepas Atlet PORSENI 2026, Kepala MAN Kota Banjar Tekankan Sportivitas dan Semangat Berprestasi
- Kepala MIN 2 Kota Banjar: Lulusan Madrasah Harus Terus Berprestasi dan Berakhlak Mulia
- Kepala MTsN 2 Kota Banjar Ajak Siswa Maksimalkan Smart Library untuk Tingkatkan Literasi Digital
- Integrasikan Digitalisasi dan Karakter Islami, MTsN 1 Kota Banjar Gelar Tes PMBM Kelas Reguler
- Satu Barisan, Satu Semangat; Peserta PORSENI Madrasah Kota Banjar 2026 Siap Berlaga
- Kasubbag TU Kemenag Beri Pembinaan Apel Senin, Tekankan Disiplin dan Integritas ASN
KakanKemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Ekosistem Solusi Pendidikan, Adaptif dan Terdepan

Cirebon (KEMENAG) Ratusan pengasuh pondok pesantren dari wilayah Banjar, Ciamis, Cimahi, Tasikmalaya, Bandung, Garut, Cianjur, dan Sukabumi berkumpul di Joglo Agung Pesantren Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Sabtu (30/5). Mereka mengikuti Workshop Pengasuh Pesantren yang dibuka resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman.
Dalam sambutan pembukaannya, Kakanwil Kemenag Jabar mengapresiasi inisiatif workshop ini. Ia menyebut pengasuh adalah nahkoda utama pesantren.
"Kualitas pesantren ke depan sangat bergantung pada visi dan gerak para kyai," ujarnya
Baca Lainnya :
- Kasubbag TU Kemenag Banjar: Santri Al-Kautsar Harus Jadi Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Siap Mengabdi0
- Kakankemenag Banjar Dorong Lahirnya Generasi Qurani di Sidang Tahfidz SMP IT Insantama0
- Kakankemenag Kota Banjar Sampaikan Pesan Idul Adha di Desa Mekarharja, Dihadiri Gubernur Jabar0
- Teken Komitmen Bersama: Jadikan Pesantren Rumah Ramah Anak dan Anti Kekerasan0
- Kepala Kemenag Banjar: KUA Baru Kecamatan Banjar Jadi Pusat Transformasi Layanan Keagamaan Berbasis Asta Protas0
Ia juga menyebut bahwa penguatan pesantren harus dimulai dari dalam: manajemen modern, penguatan karakter santri, dan kolaborasi lintas sektor.
"Dengan semangat transformasi ini, diharapkan pesantren di Jawa Barat mampu menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi emas 2045: berilmu, berakhlak, mandiri, dan membawa manfaat luas bagi bangsa dan negara," Tegasnya.
Sementara itu, H. Ahmad Fikri Firdaus, Kepala Kankemenag Kota Banjar hadir dan menyampaikan pesan strategis terkait arah penguatan pesantren ke depan.
Dalam pemaparannya, H. Ahmad Fikri Firdaus menekankan 5 poin penting bagi pengasuh pesantren agar lembaga pendidikan Islam ini tetap relevan dan berdaya saing. Menurutnya kelima point tersebut adalah, Pemberdayaan Pesantren, Membangun Ekosistem Pesantren, Transformasi Pendidikan di Pesantren, Adaptif dengan Kondisi Hari Ini, Pesantren Menjadi Solusi dan Terdepan.
“Hari ini pesantren bukan lagi pilihan kedua. Pesantren adalah solusi pendidikan yang menjawab krisis karakter dan moral. Kita harus memastikan pesantren menjadi yang terdepan dalam mencetak generasi Qur’ani, moderat, berdaya saing global, dan cinta tanah air.” Kata A. Fikri
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)
.png)

.png)
