- Koordinasi Pembentukan KKMA, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Madrasah Aliyah di Kota Banjar
- MTsN 1 Kota Banjar Manfaatkan Limbah MBG untuk Penyemaian Benih Lengkeng sebagai Implementasi Penguatan Ekoteologi
- Sambut 1 Muharam 1448 H, PHBI Kota Banjar Perkuat Koordinasi Pelaksanaan Pawai Tarhib
- MAN Kota Banjar Siap Sukseskan Porseni Madrasah 2026 melalui Kerja Bakti dan Penataan Lingkungan
- Lepas Atlet PORSENI 2026, Kepala MAN Kota Banjar Tekankan Sportivitas dan Semangat Berprestasi
- Kepala MIN 2 Kota Banjar: Lulusan Madrasah Harus Terus Berprestasi dan Berakhlak Mulia
- Kepala MTsN 2 Kota Banjar Ajak Siswa Maksimalkan Smart Library untuk Tingkatkan Literasi Digital
- Integrasikan Digitalisasi dan Karakter Islami, MTsN 1 Kota Banjar Gelar Tes PMBM Kelas Reguler
- Satu Barisan, Satu Semangat; Peserta PORSENI Madrasah Kota Banjar 2026 Siap Berlaga
- Kasubbag TU Kemenag Beri Pembinaan Apel Senin, Tekankan Disiplin dan Integritas ASN
Kakankemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Rumah Aman bagi Santri, Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual

Binangun (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, menegaskan pesantren wajib menjadi rumah yang aman bagi santri dan tidak ada toleransi untuk kekerasan seksual dalam bentuk apa pun.
Pernyataan itu disampaikan A Fikri dalam kegiatan _Halaqah Pondok Pesantren_ bertema “Menjadikan Pesantren Sebagai Rumah Ramah Anak dan Anti Kekerasan” di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Binangun, Sabtu (9/5).
Halaqah dihadiri Pemerintah Kota Banjar, Polres Kota Banjar, Dinas Sosial P3A Kota Banjar, serta seluruh pimpinan pondok pesantren se-Kota Banjar.
Baca Lainnya :
- Jelang UM, Kemenag Banjar Terjunkan Tim Monev ke Seluruh Madrasah0
- Go Digital: 96 Siswa MTsN 3 Banjar Ikuti Ujian Madrasah Berbasis Google Form, Pengawas Madrasah Beri Apresiasi0
- Kakankemenag Banjar Apresiasi Program Banjar Berdaya Didik untuk Siswa Madrasah di Hardiknas 20260
- Dari Situ Mustika Lahir Pemimpin Muda: LDKS MTsN 3 Banjar Cetak Siswa Tangguh, Peduli, dan Percaya Diri0
- Ujian Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula di Kota Banjar Digelar 4–7 Mei 2026 di 300 Titik0
“Pesantren adalah amanah ulama. Tugas kita menjaganya sebagai ruang ilmu, adab, dan kasih sayang. Tidak boleh ada ruang untuk kekerasan, apalagi kekerasan seksual. Kemenag bersama pemerintah dan aparat penegak hukum sepakat zero tolerance,” tegas A Fikri.
Ia juga menambahkan, perlindungan santri harus menjadi budaya pesantren. Setiap pondok pesantren didorong memiliki SOP perlindungan santri, ruang pengaduan yang aman, serta pengawasan internal yang sehat. “Korban harus dipeluk, bukan disalahkan. Pesantren harus jadi ruang pemulihan,” ujarnya.
Halaqah ini ditutup dengan penandatanganan _Surat Komitmen Bersama_ oleh Pemkot Banjar, Polres Banjar, Kemenag Kota Banjar, Dinsos P3A, FPP Kota Banjar, dan IKSABA. Komitmen tersebut berisi lima poin, di antaranya menjadikan pesantren rumah ramah anak, menolak keras segala bentuk kekerasan, dan memperkuat kolaborasi pencegahan dini.
“Ini ikhtiar bersama. Marwah pesantren dijaga dengan keberanian melindungi santri dan menegakkan keadilan,” pungkas A Fikri.
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)
.png)

.png)
