Kepala Kemenag Kota Banjar Tandatangani Deklarasi Pesantren Ramah Anak, Stop Kekerasan dan Perundungan

12 Agu 2026, 11:04:20 WIB Keagamaan
Kepala Kemenag Kota Banjar Tandatangani Deklarasi Pesantren Ramah Anak, Stop Kekerasan dan Perundungan

Banjar (KEMENAG)  Langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan pendidikan agama yang aman dan nyaman bagi santri terus digencarkan di Kota Banjar. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, S.E., M.M., secara resmi menandatangani deklarasi Pesantren Ramah Anak sebagai komitmen bersama untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, perundungan, dan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren.


Penandatanganan deklarasi yang mengusung tema "Bersama Mewujudkan Lingkungan Pesantren yang Aman dan Nyaman" ini berlangsung di Aula Gunung Sangkur, Setda Kota Banjar, pada Rabu (12/8). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banjar, Kepala Dinas Sosial, Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP), para pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan santri se-Kota Banjar.

Baca Lainnya :


Kepala Kemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, menegaskan bahwa deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi nasional untuk menjadikan lembaga pendidikan Islam sebagai benteng perlindungan anak. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenag yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Kekerasan Seksual guna melakukan pengawasan dini di madrasah, pondok pesantren, dan Rumah Tahfidz .


"Lingkungan pendidikan Islam harus menjadi tempat yang aman, ramah terhadap anak, dan bebas dari kekerasan seksual. Kekerasan harus diantisipasi dengan deteksi dini dan pengawasan yang ditingkatkan," ujar A Fikri dalam kesempatan tersebut, mengutip pernyataannya dalam rapat koordinasi sebelumnya .


Komitmen ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pesantren di Kota Banjar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Wakil Wali Kota Banjar,DR. H. Supriana, M. Pd. yang turut hadir menyampaikan bahwa deklarasi ini menjadi alarm penting, mengingat kasus kekerasan seksual di sejumlah daerah harus dijadikan pelajaran berharga .


"Pesantren ibarat kertas putih. Ketika ada satu noda, dampaknya bisa terasa ke seluruh bagian. Karena itu, seluruh elemen harus bersama-sama menjaga marwah pesantren," ujar Wakil Wali Kota, menekankan pentingnya pencegahan sejak dini .


Kolaborasi ini mendapat dukungan dari Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Banjar. Dalam kesepakatan bersama yang telah ditandatangani sebelumnya, terdapat lima poin komitmen utama, di antaranya menjadikan pesantren sebagai rumah ramah anak dan anti kekerasan, serta menolak tegas segala bentuk kekerasan tanpa kompromi .


Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar,  Hani Supartini, M. Si. juga mendorong agar setiap pesantren memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang transparan dan membuka kanal pengaduan bagi santri untuk memastikan langkah pencegahan berjalan efektif .


"Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan kasus kekerasan di lingkungan pesantren dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan hak anak di dunia pendidikan." Kata Hani. 


Kemenag Kota Banjar optimis, melalui kolaborasi yang berkesinambungan, cita-cita mewujudkan kota Banjar yang ramah anak dan agamis dapat tercapai .


Kontributor : Aep S.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment