- Gerakan Bersih, Hati Bersih: OSIS MTsN 1 Kota Banjar Semarakkan Geber Mas di Pusdai
- Momen Istigosah di Pendopo, Kepala Kankemenag Kota Banjar Ajak ASN dan Tokoh Agama Perkuat Iman serta Jaga Kerukunan
- Semarakkan HUT ke-81 RI dan Milad ke-11, Kemenag Kota Banjar Gelar Geber Masjid Serentak 129 DKM
- Haidar, Rizal, dan Rara: Tiga Pramuka Muda MTsN 2 Kota Banjar Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional 2026
- Ditutup Resmi, Jambore Majelis Taklim Kota Banjar Lahirkan 250 Peserta Tangguh
- Rangkaian Milad Kemenag ke-21 dan HUT RI ke-81: Jambore Majelis Taklim Banjar MASAGI Gaungkan Ekoteologi
- Kemenag dan Polres Banjar Gelar Nobar Persib vs Persija, Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat
- Puskesmas Langensari I Gelar Cek Kesehatan Gratis di MIN 2 Kota Banjar, Wujud Deteksi Dini bagi Generasi Sehat
- Sadarkan Murid Sejak Dini, Halaman MTsN 2 Kota Banjar Berubah Jadi Kelas Interaktif.
- MIN 3 Kota Banjar Gelar Story Telling Muhammad Tauladanku: Cerdas dalam Ilmu, Indah dalam Akhlak
Ratusan Kepala dan Guru MTs se-Kota Banjar Ikuti Pembinaan, KakanKemenag: MTs Pilar Pembentuk Generasi Berilmu dan Berkarakter

Parunglesang (KEMENAG) Sebanyak 250
kepala dan guru Madrasah Tsanawiyah se-Kota Banjar mengikuti pembinaan yang
digelar Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Rabu (22/4) di MTsN 1 Banjar.
Kepala Kantor Kemenag Kota Banjar, H.
Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, dalam arahannya menegaskan bahwa MTs bukan sekadar
jenjang setara SMP. “Kita tidak hanya menyelenggarakan pendidikan menengah
pertama. Kita sedang membentuk fase krusial dalam kehidupan anak-anak kita, fase
di mana cara berpikir, sikap hidup, dan identitas keagamaan mulai terbentuk
secara lebih sadar dan mendalam,” ujarnya.
A Fikri menekankan reposisi MTs
sebagai pilar strategis dalam sistem pendidikan nasional di bawah binaan
Kemenag RI. MTs, kata dia, adalah institusi pembentuk keseimbangan antara ilmu,
iman, dan karakter pada fase remaja yang sangat menentukan arah masa
depan.“Pada jenjang MTs, integrasi kurikulum harus bergerak lebih dalam.
Peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi mulai diajak berpikir
kritis, memahami nilai, dan menginternalisasikannya dalam kehidupan,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- A Fikri : RA Titik Mula Peradaban, Transformasi Peran Strategis Jadi Fondasi Pendidikan Keagamaan Usia Dini0
- Kakankemenag Kota Banjar: PMII Harus Hadir dengan Aksi Nyata Kawal Pembangunan Daerah0
- Siswi MI Banjar 2 Raih Juara 1 di Ajang Internasional Bersama Akademi Persib Putri0
- LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Jawa Barat, Siswa MAN Wakili Kota Banjar0
- Jaga Kualitas Ujian, Kepala Kankemenag Tegaskan Lima Elemen Penting Evaluasi Madrasah0
Dalam pembinaan tersebut, Fikri
meminta Asta Protas Kemenag RI diterjemahkan dalam praktik nyata di MTs.
Penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas layanan pendidikan, literasi
keagamaan, dan transformasi digital harus hadir dalam budaya madrasah dan
proses pembelajaran sehari-hari.Ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional.
Kepala madrasah didorong menjadi pemimpin yang visioner dan inspiratif. “KKMTs
perlu diperkuat sebagai komunitas belajar bersama, tempat berbagi praktik baik,
dan ruang kolaborasi untuk meningkatkan mutu madrasah secara kolektif dan berkelanjutan,”
tambah A Fikri.
Menghadapi perubahan zaman, A Fikri juga
mengajak para guru MTs menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis teknologi
tanpa meninggalkan nilai-nilai utama pendidikan Islam. Di saat yang sama,
madrasah harus membangun kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat agar
pembinaan karakter remaja berjalan utuh dan berkesinambungan.“Proses
pembelajaran harus melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang
secara spiritual, dan kuat secara karakter,” tegasnya.
Menutup pembinaan, A Fikri
menyampaikan bahwa kualitas pembinaan generasi remaja hari ini sangat
menentukan masa depan bangsa. “Jika Madrasah Tsanawiyah kita kuat, maka kita
sedang menyiapkan peradaban yang cerdas, berakhlak, dan bermartabat,”
pungkasnya.
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)

.png)

.png)