- Siswi MIN 1 Kota Banjar Raih Juara 1 Uswah Competition 2026 Cabang Panahan
- PMR MTsN 1 Kota Banjar Menorehkan Banyak Prestasi di Youth Humanitarian Camp 2026
- MIN 2 Kota Banjar Borong Gelar Juara Lomba Rukibra Tingkat Kota Banjar, Raih Juara 1 Utama hingga Regu Favorit
- Tegaskan Identitas, Kakankemenag Kota Banjar: Pendidikan RA Harus Jadi Pembeda dengan Lembaga Lain
- Satukan Langkah, IGRA Kota Banjar Gelar Rakerda I di Toserba Pajajaran
- MAN Kota Banjar Tembus Tiga Besar Finalis Lomba Bisnis Plan EXTRANAS 2026
- Senin Penuh Kemenangan: MTsN 2 Kota Banjar Gelar Apresiasi Ganda, Juara HRSB dan Pramuka Garuda
- Math, Science, and Social! Tiga Serangkai MTsN 2 Kota Banjar Siap Ukir Sejarah di OMI 2026
- Prestasi Gemilang! Empat Siswa MIN 3 Kota Banjar Raih Juara 1 Pencak Silat Kota Banjar Challenge II
- MAN Kota Banjar Gelar Pelepasan dan Doa Bersama Peserta OMI 2026
Jaga Kualitas Ujian, Kepala Kankemenag Tegaskan Lima Elemen Penting Evaluasi Madrasah

Pataruman (KEMENAG) Dalam upaya menjaga mutu pendidikan madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag), H. Ahmad Fikri Firdaus menegaskan pentingnya kualitas penyusunan kisi-kisi dan naskah soal ujian madrasah. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan workshop Bimtek Penyusunan Kisi-kisi dan Naskah Soal Ujian Madrasah yang diselenggaran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Banjar di Aula RM. Saung Oemah, Jum’at (13/2).
Menurutnya, ujian madrasah bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen strategis untuk memastikan ketercapaian kompetensi peserta didik sesuai standar nasional dan karakter khas madrasah. Ia menjelaskan lima elemen penting dalam menjaga kualitas ujian madrasah.
Lima elemen tersebut adalah pertama Evaluasi sebagai Cermin Mutu Pembelajaran. Kepala Kankemenag menekankan bahwa evaluasi bukan hanya alat untuk mengukur hasil belajar siswa, tetapi juga menjadi cermin kualitas proses pembelajaran yang telah berlangsung. Kisi-kisi dan naskah soal yang disusun secara sistematis mencerminkan kedalaman kurikulum, ketepatan indikator, serta integritas akademik guru.
Baca Lainnya :
- Penguatan Regulasi Kepenyuluhan: Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Bimbingan Masyarakat0
- Kakankemenag Kota Banjar Tegaskan Dana BOS Bersifat Kolektif Kolegial0
- Kemenag Terima Kunjungan Wakil Wali Kota Banjar, Bahas Sinergi Pembangunan Bidang Agama dan Pendidikan0
- Penyuluh Sambut Bulan Suci, GDI Langensari Gelar Pengajian dan Tahlil Akbar0
- Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Integritas, MTs Negeri 1 Kota Banjar Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)0
“Jika penyusunan dilakukan dengan serius dan terarah, maka hasil evaluasinya akan adil, objektif, dan bermakna. Ujian madrasah harus dipahami sebagai bagian penting dalam menjamin mutu pendidikan, bukan sekadar formalitas administrative, ,” ujar A. Fikri.
Kedua, Profesionalisme Guru. Ia juga menyoroti peran strategis guru sebagai perancang pengalaman belajar, termasuk dalam merancang instrumen evaluasi. Penyusunan kisi-kisi dan soal, lanjutnya, membutuhkan ketelitian, objektivitas, serta pemahaman terhadap taksonomi pembelajaran.
“Soal yang baik tidak hanya menguji kemampuan mengingat, tetapi juga mendorong analisis, sintesis, dan pemahaman kontekstual,” tegasnya.
Ketiaga Integritas dan Akuntabilitas Madrasah. Menurut Kepala Kankemenag kredibilitas madrasah sangat ditentukan oleh integritas dalam pelaksanaan ujian. Proses penyusunan soal harus transparan, terukur, dan sesuai prosedur yang berlaku. Kisi-kisi menjadi pedoman penting agar soal tidak menyimpang dari kompetensi yang telah ditargetkan.
“Naskah soal yang terstandar menunjukkan komitmen kita terhadap keadilan akademik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa elemen yang keempat yaitu sinergi kurikulum dan evaluasi yang merupakan dua sisi yang tidak terpisahkan. Kurikulum memberikan arah pembelajaran, sementara evaluasi memastikan arah tersebut tercapai secara optimal.
“Ujian madrasah bukan akhir dari proses, melainkan umpan balik konstruktif untuk peningkatan mutu pendidikan berikutnya,” jelasnya.
Sementara eleman yang kelima adalah Membangun Budaya Mutu di Madarasah. Ia menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari pembangunan budaya mutu di madrasah. Budaya mutu tidak lahir dari satu kegiatan, melainkan dari konsistensi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
“Ketika guru terbiasa menyusun soal secara sistematis dan berbasis indikator yang jelas, standar akademik madrasah akan terjaga dengan baik. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret menjaga reputasi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.” Pungkas A. Fikri.
Kegiatan workshop diikuti 40 orang peserta terdiri dari seluruh karyawan dan tenaga pendidik dilingkungan MAN Kota Banjar.
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)


.png)
.png)