PMR MTsN 1 Kota Banjar Menorehkan Banyak Prestasi di Youth Humanitarian Camp 2026

21 Sep 2026, 13:20:43 WIB Pendidikan
PMR MTsN 1 Kota Banjar Menorehkan Banyak Prestasi di Youth Humanitarian Camp 2026

KOTA BANJAR — Prestasi kembali ditorehkan Palang Merah Remaja (PMR) MTsN 1 Kota Banjar. Dalam ajang PMR Youth Humanitarian Camp 2026 yang berlangsung pada 19–20 September 2026 di Situ Leutik, Kota Banjar, PMR MTsN 1 Kota Banjar berhasil meraih Juara Terbaik 1, 2, dan 3 Tingkat Madya, serta Juara Harapan 1 Lomba Travelling yang diikuti oleh peserta dari SMP/MTs se-Kota Banjar.


Capaian tersebut tidak hanya menjadi catatan prestasi madrasah, tetapi juga menunjukkan proses pembinaan yang menempatkan keterampilan kepalangmerahan, kerja sama, kedisiplinan, dan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengembangan diri peserta didik.

Baca Lainnya :


Kepala MTsN 1 Kota Banjar, Agus Dayusman, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian para anggota PMR. Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk belajar menghadapi tantangan sekaligus mengembangkan karakter.


“Prestasi ini tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah proses yang dilalui anak-anak. PMR mengajarkan kepedulian, kedisiplinan, kerja sama, dan kesiapsiagaan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama,” ungkap Agus Dayusman.


Pembina PMR MTsN 1 Kota Banjar, Nisrina Noer Fadhilah, S.Psi., menilai pengalaman mengikuti kegiatan di Situ Leutik memberikan pembelajaran yang berbeda bagi peserta didik. Mereka tidak hanya dituntut memahami materi kepalangmerahan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi yang membutuhkan ketenangan, ketepatan, dan kerja sama.


“Kami berusaha menyiapkan anak-anak bukan hanya untuk memenangkan perlombaan, tetapi untuk memahami makna dari setiap keterampilan yang mereka pelajari. Dalam kegiatan seperti ini, mereka belajar bahwa kepalangmerahan sangat erat dengan kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan membantu orang lain,” ujar Nisrina.


Sementara itu, Wahdah Samiul Ilmi, S.Pd., menyoroti proses kerja sama yang dibangun antarpeserta selama mengikuti rangkaian kegiatan. Menurutnya, tantangan dalam perlombaan menjadi sarana untuk melatih peserta agar mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.


“Yang paling terlihat selama kegiatan adalah bagaimana anak-anak belajar saling menguatkan dalam satu regu. Setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab. Ketika menghadapi tantangan, mereka harus berkomunikasi, menentukan langkah, dan tetap tenang. Bagi kami, proses seperti inilah yang menjadi bagian penting dari pembinaan PMR,” tutur Wahdah.


Pada ajang tersebut, Regu 1 diperkuat oleh Malvina Auliana (IX J), Wafa Sajida (VIII B), Rezky Priyadi Putra (IX J), Fariz Alfath (VIII B), dan Zahira Azzahra (VIII B).


Sementara itu, Regu 2 terdiri atas Ammar Nidzam Nashrulloh, Muhammad Bilal Nur Ad-dzikro, Sani Azahra, Aqilla Sandra Candrawaty, dan Gilang Abdul Hakim.


Lomba Travelling menjadi salah satu tantangan yang menguji kemampuan peserta dalam bekerja sebagai tim, menyelesaikan tantangan, serta menerapkan keterampilan yang berkaitan dengan kepalangmerahan dan nilai-nilai kemanusiaan. Keterlibatan peserta dari berbagai SMP/MTs se-Kota Banjar membuat ajang tersebut sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman dan menguji kesiapan para anggota PMR.


Bagi MTsN 1 Kota Banjar, capaian dalam PMR Youth Humanitarian Camp 2026 bukan semata tentang penghargaan. Lebih dari itu, pengalaman selama dua hari di Situ Leutik menjadi bagian dari proses pembentukan peserta didik agar memiliki keterampilan, keberanian, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama.


Prestasi tersebut sekaligus memperkuat peran kegiatan PMR sebagai ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan keterampilan kepalangmerahan, pengalaman lapangan, kerja tim, dan nilai kemanusiaan dalam satu proses pembinaan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment