- Siswi MIN 1 Kota Banjar Raih Juara 1 Uswah Competition 2026 Cabang Panahan
- PMR MTsN 1 Kota Banjar Menorehkan Banyak Prestasi di Youth Humanitarian Camp 2026
- MIN 2 Kota Banjar Borong Gelar Juara Lomba Rukibra Tingkat Kota Banjar, Raih Juara 1 Utama hingga Regu Favorit
- Tegaskan Identitas, Kakankemenag Kota Banjar: Pendidikan RA Harus Jadi Pembeda dengan Lembaga Lain
- Satukan Langkah, IGRA Kota Banjar Gelar Rakerda I di Toserba Pajajaran
- MAN Kota Banjar Tembus Tiga Besar Finalis Lomba Bisnis Plan EXTRANAS 2026
- Senin Penuh Kemenangan: MTsN 2 Kota Banjar Gelar Apresiasi Ganda, Juara HRSB dan Pramuka Garuda
- Math, Science, and Social! Tiga Serangkai MTsN 2 Kota Banjar Siap Ukir Sejarah di OMI 2026
- Prestasi Gemilang! Empat Siswa MIN 3 Kota Banjar Raih Juara 1 Pencak Silat Kota Banjar Challenge II
- MAN Kota Banjar Gelar Pelepasan dan Doa Bersama Peserta OMI 2026
Menyucikan Hati: Kunci Kesiapan Menyambut Datangnya Bulan Suci

Kota Banjar (Humas) - Dalam rangka meningkatkan kesiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci, RSUD Asih Husada Kota Banjar menggelar kegiatan Pembinaan Akhlak Pegawai dan Staf, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Mustopa Habib, S.Sy., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Mustopa Habib menekankan bahwa penyucian hati merupakan langkah awal yang tidak dapat ditawar dalam menyambut bulan penuh rahmat. Menurutnya, persiapan menyambut bulan suci bukan hanya bersifat lahiriah, tetapi lebih penting lagi adalah kesiapan batin.
Baca Lainnya :
- Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi0
- Menuju Masjid Lebih Profesional, Takmir Gencarkan Peningkatan Kinerja0
- Langkah Awal Pembangunan, Arah Kiblat Mushalla Al-Mubarok Kota Banjar Ditentukan0
- Kajian Fikih: Pembahasan Khulu Berdasarkan Kitab Al-Bajuri0
- KUA Langensari dan CDK Wilayah 7 Laksanakan Program Pepeling dan Leuweung Hejo di Sport Center Langensari0
“Menyucikan hati itu ibarat membersihkan wadah sebelum diisi dengan sesuatu yang berharga. Jika hati kita belum jernih, bagaimana mungkin kita mampu menerima limpahan pahala dan keberkahan di bulan suci?” ujarnya di hadapan peserta pembinaan.
Ia juga menegaskan bahwa akhlak yang baik tidak dapat hadir secara instan, melainkan melalui pembiasaan dan kesungguhan. “Akhlak adalah cerminan dari kebersihan hati. Ketika hati bersih, perilaku akan mengikuti. Inilah yang perlu kita bangun mulai hari ini, agar ketika bulan suci tiba, kita telah siap secara ruhani maupun sosial,” tambahnya.
Sebagai penyuluh agama, Mustopa Habib mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi diri. “Mari kita jadikan kesempatan ini untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Kesucian hati bukan hanya untuk pribadi, tetapi berdampak pada lingkungan kerja yang lebih harmonis dan penuh keberkahan,” tuturnya.
Kegiatan pembinaan akhlak tersebut mendapat apresiasi dari para pegawai RSUD Asih Husada, yang menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan peningkatan kualitas spiritual di tengah tuntutan pekerjaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai dapat menyongsong datangnya bulan suci dengan kesiapan hati, jiwa, dan akhlak yang lebih baik, sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam membina kehidupan beragama yang harmonis dan berkarakter.
Kontributor : Raditia


.png)





.png)


.png)
.png)